Sebagai
salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT. Pertamina EP Cepu (PEPC)
memiliki target kinerja yang ditetapkan oleh induk perusahaan. Disadari bahwa
target kinerja tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dicapai, namun seluruh
jajaran staff PEPC yakin bahwa dengan dorongan dan dukungan semua pihak maka
target tersebut bukan tidak mungkin untuk dicapai. PT.
Pertamina
EP Cepu (PEPC) saat ini mempunyai 2 (dua) tugas utama yang harus dilaksanakan
dalam rangka pencapaian target-target corporate yaitu :
-
Sebagai
Partner/ Co-Venture Non Operator dalam pengelolaan Blok Cepu dgn PI 45%.
-
Sebagai
pelaksana Pengawasan Penyaluran Minyak Mentah Produksi EPF Banyu Urip yg dibeli
oleh Pertamina Hilir dan dialirkan dari Banyu Urip sampai ke FSO Cinta Natomas JOB-PPEJ.
Ada 3
(tiga) kegiatan utama di Blok Cepu yang dimulai sejak sejak tahun 2006, yaitu
kegiatan Eksplorasi, Pengembangan Lapangan Minyak Banyu Urip dan kegiatan
Perencanaan Pengembangan Lapangan Gas Jambaran-Cendana. Ke-3 jenis kegiatan
tersebut dilakukan baik dalam bentuk studi, perencanaan teknis, pengurusan
perijinan kegiatan dan anggaran maupun kegiatan operasional (eksekusi) di
lapangan. Kegiatan Eksplorasi Blok Cepu sejak awal tahun 2007 relatif dapat
berjalan sesuai program, namun untuk kegiatan pemboran eksplorasi terjadi
beberapa kelambatan jadwal akibat masalah pengadaan rig pemboran.
Mulai
tahun 2010 ini pemboran eksplorasi (wildcat dan delineasi) akan dilakukan
secara berkesinambungan dengan menggunakan Rig yang dikontrak khusus untuk 2
(dua) lokasi pemboran dan dibuka opsi tambahan sampai total 7 (tujuh) lokasi
pemboran. Kegiatan Pengembangan Lapangan Minyak Banyu Urip yang banyak
mengalami keterlambatan, dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu dengan Proyek
Early Production Facilities (EPF) yang dilaksanakan sejak tahun 2007, berhasil
memproduksikan minyak mulai tanggal 31 Agustus 2009. Pada saat ini produksi EPF
Banyu Urip mencapai angka rata-rata 18.800 BOPD.
Kegiatan
Full Field Development Lapangan Minyak Banyu Urip melalui proyek EPC1-5, sampai
pertengahan 2010 berada pada tahapan persetujuan Procurement Plan oleh BPMigas.
Proses pra-kualifikasi tender sudah dimulai sejak kwartal pertama tahun 2010,
paralel dengan proses persetujuan AFE masing-maisng EPC oleh BPMigas, dengan
target Contract Award akan selesai pada kwartal pertama dan kedua tahun 2011.
Pertamina EP Cepu menganggap karyawan sebagai aset terpenting dan berharga bagi
perusahaan dan sangat menghargai setiap kontribusi yang diberikan karyawan
secara transparan dan berkeadilan. Oleh karena itu Pertamina EP Cepu
mengupayakan untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan kerja.
Konsep
kualitas kehidupan kerja mengungkapkan pentingnya penghargaan terhadap manusia
dalam lingkungan kerjanya. Dengan demikian peran penting dari kualitas kerja
adalah mengubah iklim kerja agar organisasi secara teknis dan manusiawi membawa
kepada kualitas kehidupan kerja yang lebih baik. Kebijakan pokok
ketenagakerjaan dan hubungan dengan karyawan mengacu pada Peraturan Perusahaan
Pertamina EP Cepu yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama. Pertamina EP
Cepu menyadari adanya potensi risiko bahaya dalam pelaksanaan pekerjaan seperti
kebakaran, ledakan, kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran
lingkungan. Hal ini mendasari kami untuk mengelola aspek Health, Safety &
Environment (HSE) semaksimal mungkin untuk mewujudkan operasi yang aman, andal
dan efisien guna mendukung visi dan misi Pertamina EP Cepu. Pertamina EP Cepu
berpedoman pada kebijakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3) yang dikeluarkan oleh PT Pertamina (Persero) dalam menjalankan
operasional perusahaan. Dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut Pertamina
EP Cepu mengeluarkan Komitmen Manajemen tentang Kesehatan, Keselamatan Kerja
dan Lindungan Lingkungan tanggal 10 Juni 2010 dengan tujuan untuk melindungi
setiap orang, aset perusahaan, lingkungan dan komunitas sekitar dari potensial
bahaya yang berhubungan dengan kegiatan Pertamina EP Cepu. Komitmen tersebut
berupa:
1. Memberikan prioritas pertama
untuk aspek HSE di lingkungan Wilayah Kerja, Kantor dan tempat-tempat / lokasi
terkait lainnya.
2. Mengidentifikasi potensi
bahaya dan mengurangi risiko serendah mungkin untuk mencegah terjadinya
insiden.
3. Menggunakan teknologi terbaik
untuk mengurangi dampak dari kegiatan operasi terhadap manusia, aset dan
lingkungan di Wilayah Kerja tersebut.
4. Menjadikan kinerja HSE dalam
penilaian dan penghargaan terhadap semua pekerja Pertamina EP Cepu.
5. Meningkatkan kesadaran dan
kompetensi pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan benar dan aman
serta efisien dan efektif.
6. Menciptakan dan memelihara
harmonisasi hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) di sekitar
kegiatan usaha untuk membangun kemitraan yang saling percaya dan menguntungkan.
Untuk selalu meningkatkan pengelolaan HSE di lingkungan perusahaan, sepanjang
tahun 2011 Pertamina EP Cepu telah mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendukung
peningkatan kompetensi karyawan di bidang HSE. (lihat Tabel Training Tahun 2011
halaman 139). Hasil pengelolaan HSE yang dilakukan secara terus menerus
terlihat pada prestasi perusahaan yang mencapai zero accident pada tahun 2011.